Kuriosita yang ini dibangkitkan obrolan selewat dengan Kak Merry di gereja minggu ini. Bukankah menurut linear waktu, masa-masa sebelum 25 desember adalah masa-masa penderitaan Yusuf dan Maria? Kenapa di gereja yang kami kunjungi ini, natal bahkan dirayakan tanggal 12, 17, dan tanggal-tanggal lain di bawah 25. Mungkinkah ini hanya masalah linear waktu yang tidak diikuti saja, atau kita memang sedang "merayakan" istilah "raya"?
Mungkinkah, yang sebenarnya terjadi adalah, fokus dari peringatan hari kelahiran ini bukan lagi esensi yang sama dengan yang lama? Tapi, atas nama modernitas, lebih pada pemaknaan perayaan keluarga, festivities liburan, dan sebagainya?
-Entahlah.
foto dari sxc.hu
