Tampilkan postingan dengan label being a blabbertongue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label being a blabbertongue. Tampilkan semua postingan

[Ketemu di Halaman 14 Bulan Agustus 2008 di Jurnal (yang baru ketemu)]
Saat keinginan menulis muncul, langit harum dan kemerah-merahan yang pijarnya romantis.
Walaupun hari ini bukan hari yang sangat-sangat memorabel, setidaknya, patahan-patahan yang membentuk kesatuan yang, walaupun tidak utuh, manis.
By the time i was typing this, le ciel est gris.
Awan berkumpul dan keabuan.
----------
[Nah, yang ini ditulis di ruang MOS tadi:]
Saya menjadi bagian dari acara Orientasi Siswa Baru SMA kami. Banyak yang seharusnya bisa diceritakan: Saya dan dum-dum yang tidak lagi kaku;
D yang rambut barunya seksi;
M yang motornya lebih raksasa dari ia (Saya yakin itu pinjaman anak kelas XII tahun kemarin);
Saya yang merasa semakin laku, semakin percaya diri, dan semakin menikmati hidup.

Masalah terbesar hari ini adalah penyesalan atas impresi yang lebih diperhatikan dari ekspresi.

Daily Blabbers

I hav finished reading Lelekong Terindah!. But, err.. my after-taste was like: "Ah, si Andrei Aksancong itu terlalu utopis bin sinetronistis!" -then continuing [it was an sms to my one-of-happy-harem, Astari, i made it 160 char - 11 for efficiency: FYI]- "Ayo sayangku, kita buat cerita yang lebih nyata!"

Untung tak dapat diraih, Malang apel ijo-nya asem; gayung bersambut(!). She replied: "Ayo!
Q lg ngrancang crta, masi blum jls jd cerpen ato kbntuk yg lbh pnjang. Gaya lesbiolanya bgus. Dpet ide pas lg mandi (saat produktif: mandi n boker). K? Ujang?"
-FYI, K merujuk ke "ka"-dialek Bangka-: kamu -dalam bahasa Indonesia- dan Ujang adalah cerpen terbaru saya: Ujang Tidak Baik -Lihat di Forum Cerpen & Cerbung juga ada-

Saya ingin membalas ini [On SMS, i should remind u!]: Sama! ku dapet ide bagus waktu mandi atau be*ak. Tentunya mengajarkan bagaimana seorang Q muda yang "fine".
-lucu. Biasanya saya mengutuk keseragaman-
[End of SMS]
Sayangnya, pulsa habis. There.

Perlukah ini dibahas lebih lanjut? Saya punya cerita lain lagi: I wrote to Rizal Mallarangeng. Here goes: Johan Tampubolon berkata...

Err.. Rizal, i'm not picking side; but, here goes:
You don't have to be a president to weave that nice dream. Be something else; better: an Independent Hero.
Hero doesn't spend his money on campaign; he spend it on building a better workshop -with better Code of Conduct; better social welfare; more humane- on answering to the case of suffering labour in Indonesia.

Hero doesn't dream to much on wide-spreading the idea of fine youth; Hero does it now, Hero does it here: Go catch urself another dream weaver. Find youth with brilliant ideas. Campaign nationality, not self. Publish appreciation to creativity, not smiling picture of yours.

Be Hero, Rizal. Real one. The Hard-cored one.
--------------

Sayangnya, itu posting terakhir sudah setahun yang lalu. Mungkin semangat si kumis itu juga sudah redup. Bah! -Oke, Ms Dian Ara, i've breach HAKI and used ur trademark "Bah!". Curse me, tie me tight, anything!-

Err.. apa lagi yang harus saya ceritakan? Kecemasan? Ya, itu: kecemasan. Tampaknya, 2 hari ini saya terlalu memberatkan diri. Saya ketakutan akan apa yang akan menanti di hari minggu ini: Kampanye Calon Ketua Koordinator Forum PMR Cabang Pangkalpinang. Saya takut. Saya tidak yakin lagi pada diri saya. Ada yang tahu kenapa? Ada yang tahu? Anyone? -silence- Self-esteem case, u human!: Saya pencemas, dan sekarang takut jatuh terlalu dalam pada satu dunia. Tahu sendiri -bagi yang sayang-, saya penakut; saya selama ini mengikuti intuisi untuk tetap jadi pengamat. Sayangnya, kali ini berbeda. Ada bisikan lain: berubahlah. Yang saya ikuti bukan intuisi -mungkin-, melainkan konsolidasi atas stagnansi -mungkin-: Saya dan kemalasan saling membuat alasan untuk semakin dalam menancapkan akar-ikat masing-masing. Bodoh? Kenapa tidak ada yang mengingatkan? -nyalahin orang-. Oh, well, i'm confronting it by now. Heave ho, yo biatcho!

Sekarang apa, ya? Saya masih cerewet, nih. Pingin cerita acara belanja ke pasar kemarin, tapi lagi capek ngomel; taro fotonya aja, ya. Go see my blog!

Hari ini, saya merasa jadi pemenang.

Saya merasa jadi si menang; si cerdas yang boleh mengangkat dagunya sedikit.                         Banyak hal yang membuat citra-hati saya cerah (dan boleh digambarkan dengan smiley senyum). Musik baru; Orang baru; Semangat baru.                                                                                   Sayangnya ada mimpi baru yang menambah berat daftar tumpukan.

[Judulnya juga salah satu OST Berbagi Suami. Dimainkan Aghi Narottama, Bemby Gusti & Ramondo Gascaro (2 nama terakhir: personil sore)]